oleh

PSM 1 v 1 Arema Indonesia, Wasit Rusak Pertandingan

Editor : rakyat-admin-HL, Olahraga-

RAKYAT SULSEL — GOL tunggal striker Ilijia Spasojevic sukses menyelamatkan PSM Makassar dari keunggulan satu gol dari tamunya Arema Indonesia saat laga lanjutan putaran kedua Indonesian Premier League (IPL) di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Sabtu kemarin. Sayang gol, yang diciptakan dari titik putih ini berawal dari pelanggaran berbau kontroversial.Skuad dua kubu sempat protes keputusan wasit yang dipimpin Sulistyoko. Kubu Arema menganggap pelanggaran terjadi di luar kotak penalti, dimana kedua kapten kesebelasan tim, Andi Oddang dan Hermawan berbenturan diluar kotak penalti hingga Oddang terjatuh dalam kotak penalti. Sulistyoko menganggap itu pelanggaran dan PSM berhak mendapat tendangan bebas.  Tapi Arema protes. Sulistyoko membatalkan keputusan itu. Pertandingan sempat terhenti sekitar lima menit wasit, hingga akhirnya merelat lagi menjadi penalti setelah pemain PSM ikut-ikutan melakukan protes. “Hasil pertandingan kali ini ditentukan oleh wasit, bukan karena pertandingan, ” kata pelatih Arema, Dejan Antonic, saat konfrensi pers di Stadion Mattalatta usai laga itu. Dirinya sangat kecewa dengan wasit, seharusnya tidak ada pinalti karena pelanggaran terjadi satu meter dari  luar kotak penalti.  Dia menjelaskan saat benturan antara Oddang dan Hermawan  terjadi diluar kotak penalti,  bukan diluar. Jadi, kata Dejan, jika memberi keputusan tandangan bebas bagi PSM itu tidak mungkin.  Pelatih asal Serbia mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Sulistyoko. Justru dia yang mencemari jalannya pertandingan ke-17 bagi PSM ini. Padahal permainan kedua kubu sudah sangat fair. “Hasil pertandingan sudah fair. Tapi wasit yang mengotori  pertandingan ini, ” kata Dejan. “Bagaimana sepak bola indonesia bisa berkembang jika wasitnya seperti itu, ” kata dia sambil menyebutkan jika timnya sudah kerja keras.  Berbeda dengan pelatih PSM, Petar Segrt. Menurut  pelatih asal Kroasia itu, keputusan wasit harus dihargai. “Saya tidak suka berbicara masalah keputusan wasit. Saya tidak tahu karena jauh. Pemain seharusnya bisa lebih menghargai wasit. Pemain jangan menyentuh wasit, kalau bisa bicara lebih bagus, ” tuturnya.Pelatih yang pernah menukangi Bali Devata itu juga menambahkan, jika pada pertandingan kemarin sore kita belum beruntung. “Kita punya banyak kesempatan mencetak gol, tapi Arema Tim yang pintar. Mereka bisa memanfaatkan peluang, ” ungkapnya.
Hasil ini tidak membuat PSM bergeser dari peringkat tiga klasemen sementara IPL dengan 27. Begitu juga dengen Arema tetap berada diperingkat 12 dengan perolehan 16 angka.

Jalannya Pertandingan

Laga keras dan syarat emosi terhampar di Stadion Mattalatta yang sempat guyur hujan membuat lapangan licin dan beberapa area becek. Laga itu juga diwarnai aksi protes keras dari kedua tim.
Di awal pertandingan, Tim Juku Eja yang dikomandoi Anddi Oddang langsung mengambil inisiatif menyerang.Terbukti, pertandingan baru berjalan satu menit PSM sudah membuka peluang melalui tendangan bebas yang dilakukan Syamsul. Namun masih melenceng di sebelah kanan penjaga gawang Arema, Denis Romanovs.
PSM seharusnya bisa membuka keungulan pada menit ke empat. Kaharuddin yang berdiri bebas di dalam kotak penalti Arema menerima umpang mendatar dari syamsul, namun pemain nomor punggung 14 ini kurang tenang sehingga tendangannya bisa ditepis kiper Arema dan hanya menghasilkan tendangan pojok.
Peluang kembali hadir di menit ke 8. Tendangan keras Ilija Spasojevic  dari luar kotak penalti masih mencium bibir mistar penjaga Arema. Sepanjang 15 menit babak pertama, anak asuh Petar Segrt benar-benar mengurung tamunya. Sayang belum ada gol yang tercipta.
Sementara serangan balik Arema cukup membahayakan tuan rumah. Terbukti dari serangan balik  Andrew Barisic yang berhasil mengubah papan skor di menit ke-28. Gol ini berawal dari serangan balik cepat, pemain nomor punggung 15 ini lolos dari jebakan offside dan berhasil berlari mendahului bek PSM.
Sepakan kaki kanannya tepat mengarah kesisi sebelah kanan dan tak mampu ditepis penjaga gawang Deny Marcel. Skor berubah, 1-0 untuk keunggulan Arema.
Tim “Ayam Jantan dari Timur” yang tertinggal tidak tinggal diam. Beberapa kali peluang silih berganti dihasilkan trio juru gedor Spasojevic, Syamsul Haeruddin, dan Kaharuddin, namun hingga babak pertama usai kedudukan belum berubah untuk keunggulan Arema.
Memasuki babak kedua, PSM kembali mengambil alih permainan. Peluang kembali hadir di menit ke 55, dari sundulan Kwon Jun yang memanfaatkan sepak pojok Syamsul Chaeruddin masih bisa diamankan kiper Dennis Romanovs.
Pelatih PSM, Petar Segrt tahu betul kelelahan pemain yang bermain dalam tempo tinggi dan di bawah guyuran hujan. Fadly M pun masuk menggantikan Hendra Wijaya.
Di menit ke 80, petaka buat Arema. Kemenangan di depan mata harus pupus ketika Andi Oddang di jatuhkan di area terlarang. Spaso yang ditunjuk sebagai algojo dari hadiah penalti wasit tidak sia-sia. Sepakan kaki kanannya mengarah ke pojok kanan atas penjaga gawang Dennis Romanovs. Skor imbang, 1-1.
Di akhir pertandingan kedua Tim silih berganti menyerang. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan skor tidak berubah. hasil imbang 1-1 menyudahi permainan yang berlangsung keras. Sepanjang waktu 90’+5’  menit, wasit terpaksa mengeluarkan lima kartu kuning. Masing-masing untuk Irfan, Saddam, Musafri dan Anggo dari Arema dan Cristian Febre PSM. (CR3/AKU/E)

Komentar