oleh

Gapmmi Minta Adanya Pasokan Gas Untuk Industri Mamin

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-

RAKYAT SULSEL — Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) meminta agar pemerintah bisa menjamin adanya pasokan gas untuk sektor makanan dan minuman nasional.

Sekjen Gapmmi Franky Sibarani mengatakan, industri makanan dan minuman nasional membutuhkan pasokan gas agar bisa bertahan. Dia menambahkan, pihaknya sudah membicarakan hal tersebut dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat. Gapmmi, kata dia, juga akan membicarakan masalah itu dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

“Kita akan minta dialokasikan lebih untuk industri makanan dan minuman khususnya yang investasinya sudah ada. Artinya, di satu sisi, industri makanan dan minuman merupakan unggulan di sektor industri pada tahun lalu setelah baja. Nah, sekarang diharapkan harus bisa eksis, kuncinya adalah gas,” tegas Franky di Jakarta Minggu (13/5/2012).

Terkait kenaikan harga gas, Franky berharap, hal itu tidak akan membebani industri nasional. “Kita pada posisi yang sulit. Info yang saya terima itu ada permasalahan antara PGN dengan BP Migas. Artinya begini, permasalahan seperti naiknya gas dibebankan ke industri. Jadi itu yang harusnya tidak mengorbankan industri,” jelasnya.

Dia menambahkan, apabila harga dinaikkan, maka pasokan juga harus terjamin. “Selama ini, mau harganya dinaikkan, tidak ada pengaruhnya bagi pasokan gas karena gas yang disalurkan tidak sesuai komitmen. Problem industri adalah sekitar 50-60 pabrik makanan dan minuman itu tergantung dengan gas, dan itu ada yang belum tersuplai gas dan ada yang baru 3040 persen terpasok,” pungkasnya.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Benny Wachyudi pernah menyatakan, pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional tahun ini akan melebihi target 8,15 persen. “Target pertumbuhan 8,15% ini adalah berdasarkan rencana strategis. Pada dasarnya, kami tetap yakin pertumbuhan bisa melebihi target itu. Realisasinya akan bagus,” tandasnya. (okz/una)

Komentar