oleh

Anggaran PON Tersendat Pengaruhi Prestasi Atlet

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Wawancara-

RAKYAT SULSEL — ANGGARAN yang dibutuhkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan untuk PON XVIII 2012 Riau sekitar Rp 40 miliar. Jumlah ini memang membengkak dibanding PON 2008 lalu yang hanya Rp 18 miliar saja. DPRD Sulsel pun kemudian memangkas anggaran PON tahun ini dari APBD hingga hanya Rp 35 miliar saja.
Tidak sampai di situ saja, Pemerintah Provinsi Sulsel hingga saat ini hanya mencairkan sekitar Rp 16,5 miliar. Ini berarti, masih kurang anggaran sekitar Rp 18,5 miliar.
Wakil Ketua KONI Sulsel, Marzuki Wadeng, menyebutkan anggaran yang akan dicairkan saat ini akan digunakan untuk membeli peralatan dan perlengkapan latihan termasuk bonus atlet yang diharapkan lebih tinggi dari sebelumnya. Anggaran itu juga nantinya akan digunakan untuk menyewa rumah penginapan, rental mobil 15 unit, serta sepeda motor yang nantinya akan dipakai panitia kontingen Sulsel.
Beda halnya bagi mantan Sekretaris KONI, yang juga Ketua Harian Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulsel, Abd Muin, membenarkan anggaran yang diperoleh baru sekitar Rp 16,5 miliar dan masih jauh dari anggaran yang direncanakan yaitu kurang lebih 40 miliar. Itu terjadi karena masih tersendatnya anggaran APBD.
Jika KONI ingin menunggu perubahan anggaran APBD yang digelar pada September-Oktober sudah sangat terlambat. Karena itu, KONI harus proaktif menggalang dana. Menurut Muin, jika memang KONI Sulsel ingin segera menutupi anggaran yang kurang, mereka harus kerja serius.
Persoalan lain pun menerpa para atlet kontingen Sulsel yang akan berlaga di PON XVIII nanti, sejumlah pihak mensinyalir lambat dan kurangnya anggaran PON ini terhambat karena dipengaruhi Pemilihan Gubernur Sulsel, apa lagi Gubernur Syahrul Yasin Limpo ikut mencalonkan diri.
Muin juga melihat kenyataan itu bahkan sangat berpengaruh negatif pada prestasi atlet Sulsel nantinya. (AKU)

Komentar