oleh

ABDUL MUIN, Mantan Sekretaris KONI Sulsel dan Ketua Harian PRSI Sulsel

Editor : Rakyat Sulsel.Com-HL, Wawancara-

Pilgub Hambat Pencairan Dana PON

RAKYAT SULSEL — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan membutuhkan anggaran cukup gede untuk bisa mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 di Riau. Dari anggaran Rp 40 miliar yang direncanakan, dipangkas hingga menjadi Rp 35 miliar. Itu pun hingga kini belum seluruhnya digelontorkan, baru Rp 16,5 miliar.
Menurut mantan Sekretaris KONI Sulsel dan Ketua Harian PRSI Sulsel Abdul Muin, keterlambatan pencairan anggaran ini sangat berpengaruh negatif pada prestasi atlet Sulsel nantinya, terutama mereka yang akan mengikuti PON. “Hal ini sebenarnya tidak boleh terjadi,” katanya.
Berikut wawancara khusus Harian Rakyat Sulsel dengan Abdul Muin, Senin (14/5).

+ Pelaksanaan Pekan Olaharaga Nasional (PON) XVIII tinggal tiga bulan lagi, sementara Pemerintah Sulawesi Selatan belum mencairkan anggaran yang diperlukan kontigen atlet KONI Sulsel. Apa yang seharusnya dilakukan oleh pengurus?
– Pengurus KONI Sulsel sudah memutuskan untuk membeli perlengkapan dan segera pelaksanaan pelatihan daerah (Pelatda) semua cabang olah raga. Namun diharapkan pengurus KONI tidak main-man. Mereka harus realistis melihat waktu yang makin dekat. Sementara untuk mempertahankan prestasi Sulsel saat ini tidak mungkin diporsis.

+ Keterlambatan pencairan dana bagi kontingen atlet Sulsel disinyalir terhambat karena ada agenda Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel. Bagaimana Bapak melihat ini?
– Sebenarnya keterlambatan ini sudah mengarah kesana. Kalau kita melihat kenyataan ya seperti itu. Pilgub menghambat persiapan PON utamanya pengadaan anggaran yang dibutuhkan. Bahkan sangat berpengaruh negatif pada prestasi atlet Sulsel nantinya.
Hal ini sebenarnya Ini tidak boleh terjadi. Padahal anggota DPRD Provinsi sudah mengesahkannya dalam APBD sejak awal tahun. Jika belum cair itu sama dengan bohong. KONI sudah rapat. Katanya anggaran sudah mau dicairkan dan akan memberikan kepada pengurus cabang olahraga untuk membeli peralatan, tapi sampai sekarang tidak ada.
Coba kita bandingkan dengan persiapan PON 2004 dan 2008. Jelang tiga bulan PON, semua perlengkapan dan persiapan yang dibutuhkan sudah ada. Mulai dari latihan, memberi kewenangan kepada pengurus cabang olah raga membeli peralatan. Jadi tinggal memacu para atlet untuk meningkatkan prestasinya. Tidak seperti sekarang yang masih memikirkan soal anggaran.

+ Bila melihat pengalaman Bapak yang menjadi Sekretaris KONI selama dua periode dan mengawal PON pada 2004 dan 2008, kalau terjadi keadaan seperti ini apa yang harus dilakukan KONI?
– KONI dan Pemerintah harus transparan. Membuka semuanya jika memang kekurangan anggaran publikasikan kepada masyarakat, siapa tahu ada pihak yang ingin membantu menyumbangkan dananya.

+ Apakah Bapak melihat kondisi ini bisa berdampak negatif pada prestasi Sulsel.
– Iya tentu akan berpengaruh negatif prestasi Sulsel, prestasinya akan turun. Prestasi itu tidak bisa disulap. Prestasi tidak diciptakan hanya dalam wakti seminggu. Itu membutuhkan proses yang panjang. Mencanangkan prestasi jauh hari saja, hasilnya tidak menjamin, apa lagi keadaan sekarang. (AKU)

Komentar