oleh

PSSI Tak Ijinkan Rahmat Bela PSM melawan Arema Indonesia

Editor : rakyat-admin-HL, Olahraga-

RAKYAT SULSEL – Pelatih PSM Makassar, Petar Segrt tampaknya wajar kesal setelah mendapat perubahan keputusan PSSI dan asisten pelatih Tim Nasional Indonesia Senior, Fabio de Oliveira. Mereka mengubah keputusannya untuk tidak melepas striker PSM, M Rahmat kembali ke Makassar untuk menjamu Arema Indonesia, Sabtu (12/5) nanti.

“PSSI mengubah keputusannya. PSSI dan Fabio melarang Rahmat kembali ke PSM untuk bermain melawan Arema,” kesal Petar, Kamis (10/5) kemarin.

Petar menyebutkan keputusan itu jelas bertentangan dengan putusan sebelumnya yang memberi ijin kepada Rahmat untuk membela klubnya.

Laga perdana timnas Senior melawan Uzbekistan dalam turnamen persahabatan An-Nakba Palestina, pada 17 Mei. Keberangkatan mereka diundur pada 14 Mei, maka menurut Petar seharusnya Rahmat bisa pulang.

“PSSI membuat keputusan yang berubah-ubah. Ini tidak bisa dipercaya dan tidak adil untuk PSM. Kami tidak ingin kejadian seperti saat pertandingan melawan Persiba Bantul terulang. PSM kalah,” kecam Petar.

Petar tidak ingin kekalahan saat melawan Persiba Bantul pada Sabtu (5/5) lalu terulang karena Rahmat dan Satrio Syam yang juga mengikuti training camp timnas, kelelahan usai tenaga digunakan pada laga persahabatan Timnas kontra PPSM Magelang.

Keduanya bergabung dengan rekan-rekannya pada malam hari dan dalam kondisi kelelahan. Akibatnya, permainan saat melawan Persiba tidak maksimal dan PSM kalah 0-2 atas tuan rumah.

Kehilangan Rahmat tentu bakal merugikan PSM, sebab pemain asal Takalar itu adalah salah satu pemain kunci. Dia selalu berduetnya dengan Ilijia Spasojevic di lini depan dan tak tergantikan sejak awal musim IPL ini digulirkan. Apalagi striker pelapis PSM belum ada yang bisa menyamai Rahmat.

Sedangkan Satrio Syam yang sudah berada di Makassar dipastikan akan membela PSM karena bek kiri tim Juku Eja ini tidak ikut dalam rombongan ke Palestina.

Sementara Arema datang dengan kekuatan penuh dan penuh percaya diri setelah membungkam Navi Bank di AFC Cup. Inilah pula yang diresahkan PSM dan target meraih poin di kandang sendiri pun terancam.  Apa lagi Petar masih menyimpan obsesi kembali ke puncak klasemen Indonesia Premier League (IPL).

Selain dua pemain PSM bergabung timnas Senior, ada lima lagi punggawa PSM yang mengikuti TC timnas U-23 di Jogjakarta, yakni Rasul Zainuddin, M Aswar Syamsuddin, Rasyid Assyahid Bakrie, Aditya Putra Dewa, dan Kurniawan Karman.

Namun, lagi-lagi pelatih asal Kroasia ini kesal dibuatnya. Pasalnya dari tiga pemain yang diminta pulang ke klub, hanya Rasyid yang bakal diberi ijin. “Kami mendapat kompromi dari PSSI. Walau hanya satu pemain dari Timnas U-23 yang bisa kembali, yaitu Rasyid, ” ujar Petar.

Keputusan itu didapat setelah Petar mendapat keputusan melalui Pelatih timnas u-23, Widodo Cahyono Putro.  “Pemain Timnas kemungkinan bisa pulang, dan saya tidak ingin kehilangan Rasyid, saya sudah bicara dengan Widodo, ” ungkap Petar, yang juga mengirim  surat resmi ke PSSI.

Kepulangan Rasyid membuat mantan pelatih Bali Devata FC ini sedikit lega karena tenaganya  bisa digunakan. Dalam bebberapa laga sebelumnya, Rasyid sering berduet dengan pemain senior Syamsul Haeruddin.

Petar berharap lima timas U-23 ini bisa kembali ke klub, sebab PSM akan menghadapi tandingan berat dalam 10 hari mendatang. Dimana PSM dua kali menjamu Arema, yakni di kompetisi IPL dan Piala Indonesia yang dihelat 16 Mei.

Lalu PSM terbang ke Madiun untuk menghadapi Persija Jakarta, 19 Mei. Tiga laga itu dipastikan tidak diperkuat Rahmat. Karena itu Petar berharap lima pemain yang masih berada di timnas U-23  bisa kembali ke PSM.

“Saya selalu berharap agar pemain lain mendapat ijin kembali ke klub. Kali ini saya bisa menerima kompromi dari PSSI dengan hanya membolehkan Rasyid kembali ke klub, ” kata Petar. (RS3/AKU)

Fabio: Rahmat Tidak Mungkin Pulang

Asisten pelatih Tim Nasional Indonesia Senior, Fabio de Oliveira menegaskan, striker PSM Makassar, tidak mungkin pulang membela timnya yang akan menjamu Arema Indonesia, Sabtu (12/5) nanti. Karena jadwal keberangkatan rombongan timnas ke Palestina beda sehari dengan jadwal pertandingan pasukan Ramang ini.

“Awalnya kita jadwalkan berangkat pada 15 Mei, tapi jadwal dimajukan lagi, menjadi 13 Mei. Karena itu tidak mungkin Rahmat pulang, ” tegas Fabio dalam pesan blackberry-nya, Kamis (10/5) kemarin.

Menurut Fabio, PSM kontra Arema dijadwalkan pada Sabtu (12/5) sementara timnas berangkat pada Minggu (13/5), karena itu tidak mungkin Rahmat diberi ijin pulang. Sementara Rahmat yang ikut rombongan itu akan menghadapi  timnas Uzbekistan pada laga perdana turnamen persahabatan An-Nakba Palestina 17 Mei mendatang.

Sebelumnya, pelatih kepala PSM Makassar Petar Segrt mengacam tidak akan meladani Arema karena PSSI tidak memberi ijin dua pemainnya, M Rahmat dan Satrio Syam sebelum mengikuti turnamen Al-Nakbah.

Untunglah, PSSI mengubah jadwal pemberangkatan yang semula pada 11 Mei menjadi 14 Mei dan Rahmat dan Satrio pun bisa kembali. Sehari setelah keputusan itu, PSSI dan tim pelatih timnas mengubah jadwal keberangkatan dan Rahmat tidak diberi ijin karena ikut dalam rombongan. Pelatih PSM, Petar Segrt kembali berang.

Beda halnya dengan Satrio Syam yang lebih dulu meninggalkan training camp (TC) timnas senior karena alasan Ibunya sakit. Hal itu pula yang membuat Satrio tidak diikutkan ke Palestina. “Satrio tidak diikutkan ke Palestina kerana ibunya sakit. Dia harus mendampinginya, ” kata Fabio yang juga mantan asisten pelatih PSM Makassar. (AKU)

Komentar