oleh

Mesin Politik Golkar Ngadat

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

RAKYAT SULSEL – Kandidat Gubernur Sulawesi Selatan dari partai Golkar, Syahrul Yasin Limpo memberikan statement kepada seluruh fraksi di partai berlambang pohon beringin tersebut dan kadernya yang berniat untuk maju sebagai calon legislatif dan pemilihan kepala daerah dan walikota untuk bergerak.

“Kalau tidak mau bergerak, sebaiknya jauh-jauh mi saja. Teman-teman jangan keenakan dengan hasil survei komandan, sebaiknya hasil survei tidak usah disampaikan ke kader,”ungkap Syahrul saat menghadiri rapat kordinasi Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPD I partai golkar Sulsel, di hotel Jade, Makassar, kemarin.

Dikatakan Syahrul, Jangan biarkan momentum pilgub ini berlalu begitu saja. Kalaupun ada kader tidak mau bergerak sebaiknya dibersihkan saja.”Sekarang ini, seluruh anggota fraksi Golkar di Provinsi dan Kabupaten / Kota belum ada yang bergerak,terutama di masing-masing dapil,”lanjutnya.

“Seharusnya di mana ada gambar lawan, di situ ada gambar kader golkar dan gambar kandidat gubernur dari partai Golkar,”ujar Syahrul.

Ketua DPD I partai Golkar sulsel ini,menambahkan bahwa untuk memenangkan pilkada, baik pemilihan gubernur,legislatif dan Pemilihan Presiden ada dua hal yang penting yaitu, manajemen tim dan figur.”Sebaik apapun figur yang diusung kalau manajemen tidak maksimal maka akan susah untuk meraih kemenangan, begitupun sebaliknya,”ujar Syahrul.

Oleh karena itu, lanjut Syahrul, Perbaiki figur dan perbaiki manajemen. Menajemen akan jalan kalau mereka fokus. “Tidak ada bulan yang tidak ada aktifitas, dan tidak ada minggu yang tidak ada aktifitas semua harus jalan,”katanya.

Dalam rapat kordinasi tersebut, LPP partai Golkar Sulsel membahas strategi untuk memenangkan Calon gubernur dari partai Golkar, Syahrul Yasin Limpo. “Pemilihan Gubernur ini adalah pintu untuk bisa memenangkan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden mendatang,”ungkap Ajiep Padindang.

ditambahkan Ajiep, Golkar Sulsel akan membahas strategi untuk memenangkan pertarungan pada pilkada mendatang.”Saat ini partai golkar sudah sampai kepada pembahasan bagaimana startegi yang harus di ambil jika berhadapan dengan dua atau tiga kandidat,”katanya.

Sementara itu, salah satu kader senior partai Golkar Sulsel, Arfandi Idris mengatakan bahwa, ketua golkar hanya mendorong seluruh kader untuk ikut membangun. Jika itu sudah di lakukan berarti kader sudah menjalankan fungsinya. Sebelumnya, Ketua Golkar juga pernah memberikan dorongan seperti itu.

“Kader itu adalah perpanjangan tangan dari partai, kalau peran kader sudah berjalan, maka itu otomatis berimbas pada pemilihan gubernur mendatang. Intinya penekanan untuk bekerja demi kepentingan Rakyat,”ujar Arfandi.(RS1/RS6)

Komentar