oleh

Indeks Keyakinan Konsumen Makassar Melemah

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Ekonomi & Bisnis, HL-

RAKYAT SULSEL — Optimistisme terhadap perekonomian Makassar melemah. Hasil survei Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah I (Sulawesi-Maluku-Papua) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2012 berada pada level 119,8 atau menurun 8,0 poin dibandingkan Maret, 2012 yang mencapai 127,8.

Kepala Humas BI wilayah I Gusti Raizal Eka Putra, melalui rilisnya di Makassar, Kamis kemarin, menjelaskan, penurunan level tersebut disebabkan oleh menurunnya optimistisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini. Hal ini dapat diukur oleh menurunnya Indeks Ekonomi (IKE) saat ini dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing sebesar 9,5 poin dan 6,5 poin.

Penurunan tingkat optimistisme tersebut diperkirakan karena pengaruh ekspektasi inflasi masyarakat atas respon rencana kenaikan harga Bahan Bakan Minyak bersubsidi oleh pemerintah meskipun akhirnya ditunda.

Melemahnya optimistisme konsumen tersebut tercermin dari penurunan nilai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2012, terutama karena penurunan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi pada enam bulan mendatang.

Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tercermin pada nilai indeks Kondisi Ekonomi (IKE) menunjukkan penurunan 9,5 poin menjadi 117,8 . Faktor utamanya karena responden berpendapat penurunan ketersediaan lapangan kerja dapat berimbas pada menurunnya penghasilan saat ini.

Penurunan penghasilan konsumen tersebut akhirnya berakibat pada penundaan konsumsi barang tahan lama dan konsumen lebih memprioritaskan akan kebutuhan pokok seperti kelompok bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau serta kelompok perumahan, listrik, gas dan bahan bakar.

Konsumsi masyarakat pada enam bulan mendatang diperkirakan masih akan mengalami penurunan. Hal tersebut tercermin pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang turun 6,5 poin menjadi 121,7.

Optimistisme konsumen terhadap ekspektasi kegiatan dunia usaha turun 7,5 poin menjadi 120,0 yang disebabkan penurunan optimitisme sekitar 22,2 persen responden karena masih adanya kekhawatiran tekanan inflasi ke depan.

Kondisi tersebut dipersepsikan responden dapat berpengaruh terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang akibat penurunan omset usaha maupun upah atau gaji. (una/*)

Komentar