oleh

Delapan Produk Tanpa SNI Ditarik

Editor : Rakyat Sulsel.Com-HL-
Irman Yasin Limpo

RAKYAT SULSEL — Beragam produk yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) kembali marak beredar di pasaran, termasuk di Sulsel. Karenanya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel sebagai instansi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan, mengeluarkan surat penarikan terhadap barang-barang yang dapat merugikan konsumen itu.
Ada delapan produk yang ditarik, antara lain, seng, alas seng, beton, besi baja, hairdriyer, rice cooker, pemanggang roti, dan lampu smollen. Kesemua produk yang ditarik tersebut tidak ber-SNI, sehingga tidak dijamin kualitasnya.
“Kalau mau membeli alat-alat untuk membangun rumah, tanyakan apakah ber-SNI atau tidak. Karena, sangat rawan. Jika terjadi gempa atau terkena dampak gempa, maka sangat berbahaya,” ujar Irman, Jumat (11/5).
Hair driyer yang juga ditarik dari pasar, lanjutnya, dikarenakan kualitasnya tidak terjamin dan tanpa SNI. Sehingga, bisa berdampak pada kerusakan syaraf-syaraf rambut ketika digunakan.
“Hal yang sama juga pada rice cooker. Kenapa harus ditarik? Karena ketika dipakai memasak, bahannya kelihatan sudah matang, tapi ternyata belum. Ini akan berbahaya dan merugikan konsumen,” jelasnya.
Kepala Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat perintah penarikan. Bahkan, sudah melakukan sweeping di beberapa titik, khususnya di kalangan distributor.
“Kewenangan Disperindag Sulsel adalah menertibkan di kalangan distributor. Kalau di eceran, itu tugas Disperindag Makassar. Tapi, kalau sudah tertangani di distributor, maka tidak akan beredar lagi di pedagang,” kata Irman. (RS5/eui/D)

Komentar